Ada hal “lama tapi baru” yang saya temukan 3 hari kemarin.

Betapa segelas teh hangat adalah sebuah tradisi keluarga saya turun-temurun. Saat bertamu ke rumah saudara, saat ada acara syukuran, saat bercengkerama dengan keluarga besar, terlebih saat sarapan, teh hangat adalah benda yang hampir pasti selalu disuguhkan. Jika saya putar rekaman ingatan ini sedikit lebih jauh, ternyata teh hangat juga ada di meja makan keluarga saat berbuka puasa, saat sahur, dan opsi minuman pertama setelah melakukan perjalanan jauh. Dan akhir-akhir ini saat saya pulang ke rumah, teh hangat juga menemani makan malam kami.

Ibu juga pernah berpesan pada saya 3 tahun lalu saat hari-hari terakhir sebelum ke Bandung, untuk minum teh setiap pagi karena, menurut beliau, teh mengandung antioksidan yang dapat mencegah kanker. Semoga saya dapat melakukannya di tengah tugas kuliah yang sudah sukses menggeser jam tidur saya.

gambar : jumantopriyambodo.blogspot.com

Lucu sekali baru menyadari sebuah tradisi setelah tidak lagi melakukannya.