Indonesia Mengajar adalah program yang ditawarkan kepada lulusan perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadi pengajar di daerah-daerah terpencil yang kekurangan tenaga pengajar selama 1 tahun. Sebelumnya, mereka dibekali dengan pelatihan profesional dan kepemimpinan. 51 orang pemuda-pemudi berjiwa mulia ini disebar ke 5 daerah di seluruh Indonesia, yaitu Kabupaten Bengkalis – Riau, Kabupaten Tulang Bawang Barat – Lampung, Kabupaten Paser – Kaltim, Kabupaten Majene – Sulbar, dan Kabupaten Halmahera Selatan – Maluku Utara. Mereka akan mendapatkan kompensasi gaji yang memadai dan asuransi kesehatan. Setelah 1 tahun nanti, mereka akan mendapat peluang untuk memperpanjang kontrak setahun lagi, berkarir di perusahaan yang bermitra dengan program Indonesia Mengajar, atau mengikuti program beasiswa ke pendidikan yang lebih tinggi.

Program Indonesia Mengajar mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak, baik dari pihak swasta maupun pemerintah. Pihak swasta memberikan dukungan berupa pendanaan langsung, pengembangan kepemimpinan, dan penempatan kerja. Terhitung Indika Energi, Petrosea, Tripatra, dan Medco yang memberikan bantuan. Dari pemerintah pun tidak main-main, surat dukungan keluar langsung dari Kementrian Pendidikan Nasional. Menteri Pendidikan, Muhammad Nuh, menyatakan pemerintah mendukung dan berterima kasih atas adanya program ini. Kerjasama juga dijalin dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia yaitu UI, UPM, IPB, Unpad, Undip, UGM, ITS, dan Unair.

Pria di balik semua ini adalah Anies Baswedan. Lahir di Kuningan, Jawa Barat pada 7 Mei 1969. Beliau adalah rektor Universitas Paramadina, dilantik pada 15 Mei 2007 pada usia 38 tahun dan menjadi rektor temuda di Indonesia. Pria yang dikenal santun ini pernah tercantum namanya sebagai 100 Intelektual Publik Dunia pada majalah Foreign Policy edisi April 2008. Pada Februari 2009, World Economic Forum memilih beliau sebagai salah satu Young Global Leaders. Belum cukup, pada majalah Foresight April 2010 nama Anies Baswedan terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang. Namanya disejajarkan dengan PM Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, dan 17 tokoh dunia lain. Beliau dinilai sebagai salah satu pemimpin Indonesia di masa mendatang oleh majalah berbahasa Jepang ini.

ma6ma.wordpress.com

Program Indonesia Mengajar jilid 1 ini diumumkan pada Mei 2010 dan ada 1383 orang yang mendaftar. 51 orang yang terpilih telah dilepas di Bandara Soekarno-Hatta pada 10 November 2010, bertepatan dengan hari Pahlawan. Ya, mereka memang akan menjadi pahlawan… salah satu pahlawan itu adalah Firman Budi Kurniawan yang akrab disapa BK. Dia adalah senior saya di Teknik Geofisika ITB dan lulus April kemarin. BK adalah orang yang suaranya paling ditunggu saat hearing calon kahim maupun saat LPJ. Saya sedikit menyesal karena tidak terlalu mengenal beliau, kami berbeda 3 angkatan soalnya. Saya sedikit terkejut dengan BK yang lebih memilih mengajar di daerah terpencil tanpa listrik, sama terkejutnya saat saya mendengar kata-kata efektifnya waktu BK menjadi komandan lapangan pada acara himpunan. BK akan bertugas di Kab. Majene Sulawesi Barat. Selamat mengabdi untuk negeri bang.. semoga 1 tahun lagi bang BK bisa membagi pengalaman ke adik-adikmu ini..

Untuk melihat profil singkat BK klik disini

Untuk melihat tulisan Anies Baswedan di hari pemberangkatan mereka klik disini