Seperti yang kerap saya katakan, setiap peristiwa selalu memiliki lebih dari 1 alasan. Saya pernah sesaat melupakannya waktu secara sepihak menilai seorang teman yang jarang berkontribusi sebagai orang yang tidak setia kawan. Suatu waktu saat saya berada di posisi sama yang “sedang tidak berkontribusi” pada suatu acara, saya merasakan hal unik. Bukan karena tidak setia kawan dan semacamnya, namun tentang ketidaknyamanan. Saya merasa sedang tidak diterima oleh lingkungan saat itu, mungkin hanya perasaan saja, dan mungkin ini pula yang sedang dirasakan teman saya. Sejak saat itu, prinsip “lebih dari 1 alasan” selalu saya pegang.

Sama seperti pertandingan Real Madrid dengan tuan rumah Ajax Amsterdam di Liga Champions tempo hari. Sepertinya pertandingan akan berakhir normal dengan keunggulan 4 gol Madrid, namun itu hanya sampai menit ke-86. Pada menit 87 dan 90, dua orang pemain Madrid yaitu Sergio Ramos dan Xabi Alonso diganjar kartu kuning kedua sehingga keduanya diusir dari lapangan. Mereka tidak akan bermain pada pertandingan selanjutnya. Alasan keduanya sama dan terdengar konyol untuk ukuran pemain dunia : mengulur-ulur waktu pertandingan. Menariknya, keduanya dianggap melakukan hal itu atas instruksi Jose Mourinho. Mourinho tertangkap kamera memberikan pesan berantai melalui Reina dan Casillas kepada Ramos.

Alasannya mudah ditebak jika itu memang terjadi. Yaitu agar keduanya bersih saat melakoni fase knockout karena mereka sudah “terlanjur” mendapat kartu kuning di awal laga. Ditambah lagi dengan fakta kalau Madrid sudah memastikan diri lolos sebagai juara grup sehingga partai melawan Auxerre nanti hanyalah formalitas bagi mereka. Sebuah pemikiran yang keliru namun cemerlang. Mourinho adalah orang yang rela mengorbankan keindahan permainan untuk meraih 3 poin. Dia pernah menyuruh Samuel Eto’o untuk menjadi bek. Dia adalah orang yang bisa mengalihkan perhatian media dengan komentar-komentarnya yang kontroversial. Tidak salah kalau predikat The Special One disematkan pada Mourinho..

Jose Mourinho. foto : lagabola.com

 

Peristiwa di atas merupakan gambaran prinsip saya. Kenapa mereka seperti sengaja mendapat kartu kuning kedua? Mengapa Mourinho tega anak asuhannya melakukan hal tidak sportif? Sekali lagi, ada “lebih dari 1 alasan” dari setiap kejadian. Inilah yang saya suka dari sepakbola, lapangan hijau memberikan lebih dari apa yang kita lihat, jika kita sedikit mundur dan melebarkan pandangan tentunya. Bahkan mungkin saja alasan sebenarnya Mourinho bukanlah hal di atas? Hanya Tuhan dan Mourinho yang tahu.