Saya seakan lupa bagaimana indahnya pantai, padahal baru beberapa bulan lalu menikmati indahnya Pantai Pulau Sempu.

Padahal masa kecil saya dibesarkan dengan kondisi : langsung menatap pantai saat membuka pintu rumah, lengkap dengan lampu kota Jayapura di saat malam.

Padahal dulu mendengar deburan ombak bercampur dengan teriakan anak-anak yang bermain pasir pantai dari kaca mobil adalah hal biasa.

Ingat sekali dulu saya pernah berusaha keras membuat istana pasir yang bahkan sampai sekarang belum ada istana pasir yang bisa saya bangun.

Padahal dulu saya pernah bermalam di pinggir pantai, beralaskan sleeping bag, beratapkan langit malam, didindingi suara ombak, dan diterangi ribuan bintang.

Kemarin, di Pelabuhan Ratu, kepingan puzzle memori seakan terangkai menjadi satu, membuat saya bernostalgia dengan masa lalu. Betapa laut dan pasir pantai sudah menjadi bagian dari hidup saya. Dan mungkin inilah jawaban mengapa nafas saya mendadak tersengal-sengal ketika disuruh membayangkan “sedang berada di gunung” suatu waktu dulu.

foto oleh Dias Arief Prasetyono

Dan sekarang saya terjebak di sekumpulan hal menyebalkan : gedung bertingkat, suara klakson mobil, diktat kuliah, dan rapat sampai dini hari.