Kembali mengobrol dengan “teman makan lama” tempo hari. Rasanya seperti menemukan obrolan lawas setelah sekian lama padahal hampir setiap hari kami bertemu.

Membahas dari yang remeh-temeh sampai hal personal, dari hati ke hati, selama hampir 2 jam. Mengingatkan tentang apa saja yang pernah kami lakukan, tentang apa saja masalah yang pernah kami diskusikan bersama, tentang kemana saja jejak-jejak kaki ini pernah kami tinggalkan.

Obrolan ditutup dengan suara bergetar dari seseorang yang merindukan masa-masa itu. Masa dimana buku, diktat, dan slide kuliah tidak ada dalam pikiran kami. Masa dimana kami membuat keramaian kami sendiri di tengah-tengah kesepian. Masa dimana rasanya tidak ada tempat yang tidak bisa kami taklukkan.

Ya, aku juga rindu pada masa itu kawanku.