Selalu banyak hal yang bisa diceritakan. Bahkan dari gunung yang sudah pernah saya taklukkan.

Kami mulai mendaki sekitar jam 12 malam, tepat seperti setahun lalu padahal saya sangat menghindari hal ini. Tapi apa boleh buat, acara kampus, kekurangan motor, persiapan pendakian, dan mie rebus emak lah yang menjadi penyebab semuanya. OK, life must go on. Puncak harus diraih.

Kami dibagi menjadi 2 kelompok, dengan tujuan men-trigger tiap kelompok agar tidak banyak beristirahat. Antara sial dan tidak, saya berada di kelompok kedua, dengan kondisi kelompok kami yang dianggap cepat, ditambah carrier membawa tenda kelompok, disempurnakan oleh Manda sebagai ketua kelompok yang sudah dari jauh-jauh hari mengharamkan yang namanya minta istirahat, great. Seharusnya perjalanan kemarin menyiksa saya, apalagi sudah pernah mencapai puncak.

Namun selalu ada hal baru. Banyak hal menarik selama perjalanan yang sayang untuk dilupakan. Seperti mulut besar Juan yang berisik tapi banyak menghibur, atau kuatnya tekad Rani dan Josnick untuk mencapai puncak pertamanya. Ada juga cerita dari saya yang sebenarnya sudah lelah di 1/3 perjalanan terakhir namun tetap menolak tukaran tas hahaha, kapan lagi boy bisa pamer kekuatan wkwkwk.

Dan kepuasan itu hadir juga saat kami mencapai puncak. Tanpa basa-basi, dengan wajah-wajah kelelahan, kami mengabadikan momen itu.

Sebenarnya, city lights akan lebih enak dilihat kalau kami hilang dari pandangan hahaha.

Jam 3 pagi kami tidur agar bisa mendapatkan apa yang para pendaki gunung cari, sunrise. Namun sayang sekali, sama seperti tahun lalu, kabut kembali menghalangi, atau sebenarnya saya saja yang bangun kesiangan zzz. OK, ini oleh-oleh dari puncak, personel full team, dikurangi Razi, Aria, dan Bob yang turun duluan.

berdiri dari kiri searah jarum jam : Amek, Oyon, Nunu, Rahmat, Ellena, Manda, Banteng, Rhizki, Hanif, Bryan, Fanani, Osa, Sapto, Faisal, Reni, Josnick, Juan, Desy, Waskito, saya, Rani

Selamat untuk kawan-kawan caldera yang baru dilantik. Semoga akan ada banyak puncak lain yang akan kita taklukkan. Siapa yang bersemangat untuk Rinjani Juli 2011?

 

Sebenarnya udah agak basi kalo nulis sekarang, tapi sayang kalo tidak diabadikan dalam tulisan. Apalagi yang menjadi kambing hitam kalau tidak tugas kuliah dan praktikum yang menghantam bertubi-tubi.