Saya adalah orang yang pecaya bahwa kedekatan personal bisa terbentuk melalui kegiatan informal. Salah satu yang bisa dilakukan adalah makan bersama. Saya hampir tidak bisa menolak ajakan teman untuk makan bareng karena, selain suka jajan bahkan di saat di rumah, itulah hal paling sederhana untuk membangun keakraban. Saat TPB dulu saya sering mengajak sarapan bareng sebelum membuat tugas kelompok.

Kalo sekarang sudah lain lagi, makan bareng sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Istilahnya saya tidak akan cepat-cepat pulang karena tahu akan makan bareng dulu di kampus. Tinggal masalah waktu dan tempat saja. Seperti kemarin malam.

Kami sampai di Madtari sekitar jam 10 malam, setelah makan malam sebelumnya. Kenapa masih harus makan padahal baru saja setengah jam yang lalu makan malam? Saya tidak tahu, salahkanlah Osa yang membuat celetukan ke Madtari. Dan salahkanlah kami juga yang mengiyakan ajakannya.

Seperti biasa, obrolan mengalir begitu saja saat makan. Mulai dari soal masa lalu sampai soal masa depan yaitu saat kita reunian nanti. Teman-teman menyebut angka 29 berarti sekitar 8 tahun lagi. Entah dapat darimana angka-angka itu. Ah, saya sering sedih kalo bicara soal reunian, karena itu berarti sudah sebentar lagi kita akan berpisah.

Selang 2 jam kemudian, tepat 15 April jam 00.00, Sammid diberi surprise kecil. Tepat hari ini dia ulang tahun dan kami orang pertama yang mengucapkannya, lengkap dengan roti dan 2 lilinnya. Kenapa roti bakar mentega? Kenapa 2 lilin? Kenapa bukan lilin ulangtahun? Simple saja, karena itu hal paling murah yang mendadak terpikirkan haha.

OK, saatnya Sammid mengatakan harapannya.

Saat orang bertambah umurnya berarti orang tersebut masih diberi kesempatan oleh Allah. Kesempatan apa itu, tergantung dari orang tersebut untuk memanfaatkannya. Saat Allah memberi kesempatan, Allah sekaligus memberi peringatan kalau di saat umur kita bertambah akan ada sesuatu yang hilang dan akan ada sesuatu yang datang. Semoga saya dapat memanfaatkan sesuatu yang datang itu untuk menggantikan sesuatu yang dulu pernah hilang.

Dan langsung kita balas dengan amin yang panjang.

Kata-kata yang bagus Sammid, berbobot tapi tidak menggurui, tetaplah menjadi guru kehidupan bagi kami kawan. Jujur saya sering sekali minta petuah dari Sammid, termasuk masalah sedikit serius yang sedang menghantui sekarang haha. OK, selamat ulang tahun bro. Semoga diberikan yang terbaik untuk semuanya.

dari kanan : Desy, Osa, Sammid, Leits, Sapto, dan saya