Banyak hal yang tak pernah terjawab, kenapa kita melakukan tradisi padahal tidak tahu esensinya, kenapa kita masih melakukan sesuatu padahal tahu itu salah, dan kenapa kita takut akan amanah padahal belum menjalaninya. Masih banyak di luar sana dan memang harus seperti itu. Hidup adalah membosankan tanpa adanya ketidakpastian. Kata “100%” terdengar indah namun buruk untuk keseimbangan.

Dan pikiran saya terbang di malam setelah LPJ, hampir 2 bulan yang lalu. Di malam yang mengharu biru itu, dimana pelukan mendadak menjadi hal favorit, jabat tangan terlihat di berbagai sudut, dan isak tangis adalah suara yang jamak ditemukan. Seorang senior menghampiri saya yang sedang diam, dia mengulurkan tangan, kami berjabatan tangan, berpelukan akrab, tangan kirinya mencengkeram pundak saya, dia berbisik di telinga kiri,

“Re, makasih ya. Tolong bantuin Isal setahun ke depan.”

Saya terdiam, bahkan sampai dia pergi pun saya masih belum menjawab.

Saya bingung karena tidak mungkin mengatakan “tidak” untuk TERRA, tapi tidak bisa juga menjawab “ya” karena belum ada langkah konkrit yang saya pikirkan setahun ke depan nantinya.

Dan bila pertanyaan itu dilontarkan lagi sekarang? Mungkin saya masih diam, dan memilih pergi hilang dari pandangan.