Selalu ada tim-tim yang menjadi simbol negaranya di Liga Champions. Buat Jerman tentu saja Bayern Munchen. Di Spanyol ada Barcelona dan Real Madrid. Italia punya duo Milan, sayang keadaan Juventus sedang sulit tahun-tahun terakhir ini. Olympique Lyon mungkin menjadi tim Prancis pertama yang disebutkan orang tentang Liga Champions. Bagi Inggris, tidak ada yang membantah kekuatan The Big Four yang beranggotakan Manchester United, Chelsea, Arsenal, dan Liverpool. Klub-klub itu biasanya memiliki tradisi kuat di Liga Champions, setidaknya dalam 10 tahun terakhir.

Soal The Big Four di Inggris, mungkin nama itu akan sulit lagi terdengar di Liga Champions, bukan karena tim Inggris sulit berprestasi, tapi lebih karena semakin sulitnya mencari posisi 4 besar alias jatah Liga Champions di Liga Inggris. Musim ini misalnya, posisi Liverpool digantikan Manchester City di zona 4 besar. Bahkan mereka ditempel ketat Tottenham Hotspur dengan selisih 2 poin, dengan sisa masih 2 pertandingan. Terlepas dari ketidakkonsistenan Liverpool musim ini, itu tidak terlepas dari semakin kuatnya jajaran pemain di klub Liga Inggris.

Manchester City dengan gelontoran uangnya menghasilkan Piala FA semalam, Spurs dengan kesederhanaan skuadnya mampu mencapai perempat final Liga Champions musim ini dengan menyingkirkan kekuatan tradisional AC Milan. Itu pun masih ada Birmingham City yang merusak hegemoni The Big Four di Piala Carling dengan mengalakan Arsenal di final. Lalu ada Newcastle United yang pada awal musim menjadi klub yang kerap menyulitkan sebelum ditinggal Andy Carroll. Masih ada Aston Villa dan Everton yang sudah rutin merusak dominasi sejak beberapa musim terakhir.

See? Begitu banyak kekuatan hebat di Premier League. Spurs yang terhitung baru lolos Liga Champions kemarin saja sukses mengalahkan duo Milan di salah satu pertandingannya. Mungkin keadaan yang sama mampu dihadirkan Manchester City musim depan mengingat line-up mereka lebih lengkap dibandingkan milik Spurs.

Bagaimana dari sudut pandang anggota The Big Four sendiri? Manchester United dan Chelsea mungkin masih menjadi favorit utama. Untuk Arsenal, mereka sudah terbukti hanyalah sebuah akademi sepakbola yang bertujuan untuk menghasilkan pemain muda dan bermain indah di setiap pertandingan. Bermain indah tidaklah cukup, orang tidak akan mengingat seberapa jauh mereka bermain cantik, namun seberapa banyak mereka menang dan meraih gelar juara. Entah mengapa begitu tidak konsistennya mereka jika bertemu tim-tim papan tengah. Untuk Liverpool, keadaan mereka sudah terpampang jelas musim ini, blunder penunjukan Roy Hodgson yang terbukti belum mampu menangani klub besar meski mampu meloloskan Fulham sampai final Europa League musim lalu. Sekarang mereka sudah beranjak naik setelah ditangani legenda Anfield, Kenny Dalglish.

Well, bisa disimpulkan banyak klub Liga Inggris yang berkesempatan meruntuhkan dominasi The Big Four untuk musim-musim selanjutnya. Bakal banyak kejutan di Liga Inggris musim depan. Surprise, yes that’s why I love football, especially Premier League.

###

Sedikit pesan sponsor, congrats buat Manchester United yang resmi menjadi juara Liga Inggris musim 2010/2011 semalam. Tambahan 1 poin yang diraih susah payah di kandang Blackburn sudah tidak mungkin lagi terkejar oleh Chelsea. Semoga target double winner dapat direalisasikan pada final Liga Champions 28 Mei besok. Kalahkan Barca!!

We're the champions! gambar : fuckyeahmanchesterunited.tumblr.com/

Ryan Giggs, the best player ever! gambar : fuckyeahmanchesterunited.tumblr.com/

“To win 19 is fantastic, to be the most successful team in the country in terms of championship victories, and the minute we won for the first time in 1992, the door opened for us and it’s an incredible achievement.” – Sir Alex Ferguson