Menjadi profesional tidaklah mudah, karena manusia diciptakan dengan memiliki hati dan akal, yang pada beberapa kasus malah menjadi penghambat berkarya. Setelah rangkaian diskusi, curhat, kadang debat, lidah ini bisa juga mengatakan dengan bangga kata sakral itu : profesional.

Memilih mundur tidaklah mudah, mungkin sama sulitnya dengan mengatakan maju. Kita mungkin tidak akan melihat Inter mengangkat trofi Liga Champions jika tidak memilih “mundur” untuk bertahan saat melawan Barcelona. Sepanjang waktunya tepat, mundur bukan kata untuk pecundang, plin-plan maju-mundur lah yang lebih tidak pantas diucapkan.

Terimakasih sudah menjadi bukan hanya sekedar mimpi, namun juga semangat, kepingan cerita manis-pahit, beberapa alasan untuk tersenyum, dan keberanian untuk mengatakan tidak.

Terimakasih juga pada teman-teman untuk support dan usahanya. Ada proyek yang lebih besar di depan sana. Benar memang bukan pada tempatnya saya mengucapkan maaf. Coz life is a choice right? Dan semoga ini pilihan yang tepat. Bismilah….