Pikiran ini langsung terbang ke memori setahun yang lalu. Saat saya dan beberapa teman sedang berlibur ke Pulau Sempu, Malang.

Ini beberapa foto yang berhasil membuat saya rindu masa-masa itu.

dari kiri searah jarum jam : Osa, Manda, Sammid, Tyas, Sapto, Waskito, Stany, Saladin

saya dan Sammid

*no comment

Mungkin ada yang bertanya, dimana jakor kebanggaan itu? Kenapa tidak ada yang memakainya? Jawabannya karena kami masih euforia dengan kemeja lapangan, hahaha.

Saya ingat betul bagaimana free nya kami saat itu, liburan tanpa tugas, belum banyak kesibukan, kuliah baru masuk tahun ketiga, “tahun menyenangkan” bagi para mahasiswa. Kami bebas saja berlibur, tidur di Pulau Sempu tak berpenghuni, beratapkan langit, di-ninabobo-kan suara deburan ombak, terbangun di bawah cahaya ribuan bintang, dan sholat subuh berjamaah di pinggir pantai.

Lalu bagaimana sekarang? Saya malah terjebak oleh laporan kuliah lapangan setebal ratusan halaman, atau ujian susulan setelah ketidakjelasan jadwal kesekian kalinya, atau rapat berkali-kali dengan orang-orang yang hampir sama.

Saya suka pantai. Ya, saya suka pantai. Saya mau ke pantai Base G Jayapura, atau ke pantai Dok II Jayapura, atau cuma jalan kaki di jalanan bersih dan bebas macet Balikpapan dengan pantai di pinggir jalan, atau ke pantai di Pulau Sempu, atau ke Pelabuhan Ratu, atau pantai mana saja.