Adalah hal yang berat kembali bermain di depan penonton yang pernah dikecewakan beberapa saat yang lalu. Kekecewaannya bukan main-main, melihat Piala AFF 2011 yang sudah begitu dekat jatuh ke negara tetangga, musuh di hampir semua lini kehidupan, Malaysia. Adalah hal yang berat bermain dengan pelatih baru pada waktu kurang dari seminggu sebelum hari pertandingan. Dan selalu berat menjadi atlet sepakbola di Indonesia karena tingginya animo masyarakat membuatnya mendapat porsi yang besar di media. Kalo baik ya dipuja, kalo buruk ya dicerca.

Selamat kepada timnas yang berhasil mengalahkan Turkmenistan pada babak II penyisihan Piala Dunia 2014 zona Asia. Terimakasih telah memberikan kemenangan, tidak peduli berapapun skornya. Terimakasih sudah memberikan sedikit berita bahagia di koran pagi ini, setelah rentetan halaman keprihatinan bangsa di berita-berita kemarin.

Jalan masih panjang menuju Brazil 2014, namun nikmati dulu kemenangan ini. Siapapun lawanmu nanti, tetaplah hadapi dengan bagaimana cara kalian bermain. Tekel keras, operan pendek di tengah, umpan jauh ke depan, kecepatan gelandang, crossing dari sayap, semangat Garuda. Oh indahnya sepakbola.

Mungkin mimpi yang muluk jika melihat bendera Indonesia di Piala Dunia 2014. Namun kenapa tidak? Bahrain yang pernah dikalahkan Indonesia saja hampir lolos Piala Dunia kemarin karena kalah playoff. Selalu ada kejutan di sepakbola, dan disana lah menariknya. Sepakbola mengajarkan manusia untuk berani bermimpi. Jaya terus sepakbola Indonesia!

Dari pendukung setiamu.