Karena saya suka sepakbola. Saya kenal olahraga ini sejak SD, dimainkan hampir setiap sore, tidak lebih karena saya beruntung berada di kawasan anak-anak pecinta bola. Lebih beruntung lagi, saya dilahirkan di Indonesia, dimana sepakbola adalah nama lain dari kehormatan. Kalah di kualifikasi Piala Dunia saja dikupas berlarut-larut di media massa, padahal bulutangkis yang juga populer tidak sampai seminggu sudah beres dibahas. Sepakbola menjadi olahraga masyarakat, dari kaki-kaki kotor anak kecil di gang sempit yang menendang bola plastik murah, sampai kaki-kaki berbungkus sepatu mahal di lapangan futsal berumput sintetis. Anak Indonesia yang tidak menyukai sepakbola belum lengkap ke-Indonesia-annya, karena mereka tidak mengerti sejarah bangsa yang suatu saat akan tertinggal dari sepakan kaki-kaki pemain timnas, entah kapan.

Karena saya suka membaca. Lebih dari 60% waktu internet saya adalah untuk membaca, khususnya lagi membaca blog. Saya lebih mudah menilai orang dari apa yang ditulis dan dibacanya. Maka jangan heran, penulis-penulis blog mendapat tempat tersendiri di hati saya, karena kekonsistenan menulis bukan perkara gampang, dan blog adalah tempat terbaik untuk melihat itu. Banyak blog anak ITB yang rajin saya buka, meskipun tidak kenal pemiliknya, ternyata banyak penulis berbakat disini dan tulisan mereka membangkitkan ide segar untuk terus menulis.

Karena saya suka sepakbola dan membaca, dan saya membeli sebuah buku. Penulisnya kapten timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, merupakan kumpulan tulisan di blognya, banyak membahas  tentang sepakbola Indonesia. Judulnya BEPE20 : Ketika Jemariku Menari. Semoga saya tidak membeli buku yang salah, ya itu tadi karena saya suka sepakbola dan membaca.

gambar : goodreads.com