Mikroseismik adalah sebuah terobosan baru dalam keilmuan geofisika yang dengan keunggulannya mampu mengancam keberlangsungan metode seismik konvensional. Prinsipnya adalah geophone ditanam pada kedalaman tertentu. Sumber mikroseismik yang paling banyak adalah dari peristiwa kompaksi yang diakibatkan adanya overburden. Secara tidak langsung, metode mikroseismik juga dapat mendeteksi terjadinya peristiwa overburden yang penting diperhatikan dalam eksplorasi geofisika. Berikut adalah penggambaran geophone dalam mikroseismik :

Salah satu service company yang mengandalkan mikroseismik adalah MicroSeismic, Inc (MSI) dengan teknologi andalannya Passive Seismic Emission Tomography (PSET®). PSET® berfungsi untuk mentransmisikan data ke pusat rekaman dan processing, dimana akan dianalisis sifat reservoir dan kondisi geologinya. Teknologi ini juga memberikan kesempatan pada geologists untuk mengintegrasikan data mikroseismik dengan data permukaan agar didapat hasil yang lebih akurat.

Setidaknya ada 3 fungsi dari teknologi PSET® yang mulai dikembangkan, yang pertama adalah monitoring reservoir. Pada sumur-sumur tua, sering digunakan teknik Enhanced Hydrocarbon Recovery dengan cara menginjeksikan fluida, uap, atau CO2 untuk meningkatkan tekanan reservoir yang berujung pada peningkatan produksi sumur. Injeksi ini dapat menciptakan transien tekanan yang menjadi sumber mikroseismik, sehingga kondisi sumur dapat dipantau.

Fungsi kedua adalah monitoring dan mapping untuk fracture. Pemantauan kondisi fracture sangat berguna dalam monitoring reservoir, apalagi dalam metode yang tidak biasa seperti mikroseismik, karena fracture sering terjadi akibat perbedaan tekanan selama injeksi dan produksi. Dengan teknologi PSET®, tidak hanya didapatkan geometri fracture, namun juga pola aliran fluida serta perkembangan fracture itu sendiri mulai dari azimuth, densitas, dan panjangnya. Selain karena injeksi dan kompaksi yang sudah dituliskan, sumber mikroseismik juga berasal dari peristiwa fracturing.

Fungsi ketiga adalah mendeteksi adanya sesar. Pada mikroseismik tidak terjadi pembatasan panjang gelombang sumber seperti pada seismik refleksi konvensional, sehingga dapat memberikan banyak informasi tambahan, salah satunya adalah lebih mudah dalam mendeteksi sesar. Hal ini dikarenakan mikroseismik dapat melihat diskontinuitas dan kesalahan akibat aliran fluida. Informasi sesar juga diperlukan dalam kinerja reservoir karena dapat mengubah arah migrasi hidrokarbon.

Selain fungsi-fungsi di atas, mikroseismik juga memberikan banyak kelebihan lainnya. Seperti soal biaya operasional yang lebih murah. Pada seismik konvensional menggunakan well seismic yang harganya mencapai 2-4 juta dolar setiap well. Selain itu, mikroseismik juga dapat mengurangi pengaruh noise karena metode ini memakai subsurface noise itu sendiri sebagai salah satu sumbernya.

Salah satu masalah dalam mikroseismik adalah pemikiran lama kalau geophone harus berada dekat dengan sumber. Hal ini dapat dipecahkan dengan cara memasang ratusan sampai ribuan geophone untuk menciptakan sejenis mikrofon parabola yang dapat mendeteksi secara bersamaan beberapa peristiwa mikroseismik. Rangkaian geophone itu juga dapat berfungsi sebagai sistem alarm dini bagi wellbore dan casing. Hal ini dikarenakan mikroseismik juga dapat menentukan lokasi sumber, yang banyak berasal dari fracture atau kompaksi, sehingga dapat diketahui jauh tidaknya lokasi dengan komponen mikroseismik yang vital.

Sampai saat ini, metode mikroseismik dengan teknologi PSET® ini marak digunakan di Amerika Utara. Lokasi lapangannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Bila dianalogikan, geophysicist dalam kasus ini mirip seorang dokter. Pasiennya adalah reservoir dengan stetoskop bernama mikroseismik. Dengan mendengarkan hampir semua peristiwa bawah permukaan lalu mendiagnosa apa yang akan terjadi pada reservoir, dapat segera diambil tindakan cepat bila terjadi masalah. Lebih baik mana jika dibandingkan seorang dokter yang hanya 1-2 kali mendengar keadaan pasiennya? Metode seismik konvensional semakin terdengar kuno bukan?

Materi dan gambar didapat dari :

Moon, Ted, 2011, Listening From a Distance, GEO ExPro Magazine, London, 4, 8, p 70-75

http://www.microseismic.com/

###

Ini adalah tulisan yang saya kirim ke Home Tournament Keprofesian HIMA-TG TERRA ITB, dan alhamdulillah menjadi artikel terbaik. Penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah mendukung baik secara langsung maupun tidak, khususnya kepada Ahmad Syahputra sebagai pemberi ide dan pihak panitia yang telah mengundurkan jadwal pengumpulan. Penulis berharap tulisan ini dapat berguna bagi teman-teman TERRA, teman-teman geofisika, dan bagi penulis sendiri🙂

Hidup geofisika Indonesia! TERRA TERRA TERRA!!!