Saya sedang tidak memotret taman. Perhatian saya adalah sesuatu di seberang sana, Lapangan Saraga.

Sejak Mei lalu, saya berjanji untuk rajin ‘menengoknya’ pada sebulan awal di tahun depan. Sekarang sudah masuk November dan rasanya janji saya sulit dilakukan jika begini terus keadaannya. Bisa, tapi sulit.

Sewaktu kecil bapak pernah menjanjikan kaos bola pada saya asalkan dapat meraih peringkat 3 besar kelas. Janji yang sederhana, namun lebih rumit pada kenyataannya karena hampir tidak ada kaos yang saya senangi. Belasan toko kami datangi, jalanan becek pasar kami lompati, putaran menit kami lewati. Akhirnya sebuah kaos MU atas nama ‘Giggs 11’ saya dapatkan. Bukan kaos bola pertama memang, namun terasa manis karena bapak menemani saya seharian itu. Janji tetaplah janji, walaupun hanya ke seorang anak kecil. Dan dari sanalah seorang pria mendapat penilaian dari dunia.

Saya sudah berjanji untuk Saraga, untuk teman-teman, untuk TERRA, untuk GFL 2012. Dan saya berjanji untuk melakukan segala hal yang bisa saya lakukan untuk mewujudkan janji itu. Tidak ada kata terlambat untuk mengucapkan bismillah..

Please be kind to me November 🙂