Selain kekayaan dan keindahan alam, mungkin olahraga menjadi celah terbaik untuk menjual nama Indonesia. Dan para petinggi disana tahu benar soal itu. Masih ingat saat Piala Asia 2007 yang tuan rumahnya dimiliki empat negara Asia Tenggara termasuk Indonesia? Presiden SBY sampai meminta langsung agar partai final dilangsungkan di Jakarta. Meskipun tidak dibarengi prestasi timnas yang rontok di babak grup, tapi bisa dikatakan sukses dalam brand. Siapa yang mau melewatkan partai final empat tahun sekali? Bisa dipastikan ribuan warga Asia menyerbu Jakarta saat itu dan bisa jadi mereka berwisata ke Pulau Bali terlebih dahulu sebelum pulang.

Kembali lewat sepakbola, dua tahun lalu Indonesia membuat gebrakan berani. Bukan main-main, Indonesia mencalonkan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 atau 2022. Alasan petinggi disana sederhana, daripada susah-susah melalui babak kualifikasi yang entah sampai kapan bisa dilewati, lebih cepat bermain di Piala Dunia sebagai tuan rumah. Gebrakan yang bisa diprediksi, Indonesia kalah bersaing dengan calon-calon lain, baik dari segi tradisi maupun infrastruktur. Terkesan gagal total, padahal bisa jadi keyword ‘Indonesia’ menjadi yang paling banyak dicari saat itu.

Dan sekarang, Indonesia kembali mendapat kesempatan karena menjadi tuan rumah SEA Games 2011. Indahnya, bukan Jakarta yang dijual, melainkan Palembang yang diberi kehormatan menjadi tempat opening ceremony. Pak Dahlan Iskan juga melihat hal positif lain dari ini, bisa dilihat melalui tulisannya disini. Indahnya lagi, animo masyarakat sangatlah tinggi, mudah ditemui talk show soal SEA Games saat prime time di beberapa stasiun TV.

Target yang dicanangkan sudah jelas, sukses ganda sebagai penyelenggara dan kontestan alias juara umum. Meskipun sudah tidak pantas lagi ambisi kita umbar ‘hanya’ sekelas SEA Games, namun bangsa ini sudah rindu dengan prestasi. Kita hampir saja meraihnya di Piala AFF lalu, sayang sekali gelar juara lepas ke Malaysia yang ironisnya pernah kita bantai di babak grup.

Akhir kata, selamat berjuang atlet-atlet Indonesia. Jangan sampai status tuan rumah kembali sia-sia seperti Piala AFF lalu. Bagi yang ingin mengetahui hasil perjuangan Indonesia bisa masuk kesini. Melihat keping medali yang sudah dikumpulkan sampai sekarang, tidak berlebihan jika saya katakan : juara umum harga mati!