Membaca komik Detective Conan yang berhamburan di kamar, melihat-lihat lagi novel Sherlock Holmes yang belum saya baca, dan membaca review film terbarunya yang sekarang ditambahi embel-embel ‘the Game of Shadow’, kembali mengingatkan saya dengan sebuah aktivitas konyol yang pernah beberapa kali saya lakukan dulu. Kalau perilaku ‘menguntit orang’ tidak cukup hanya didefinisikan dengan kata konyol, berarti Anda lebih terobsesi dengan dunia detektif daripada saya🙂

Dan tahu apa yang lebih konyol daripada suka menguntit orang? Yap, jika mempunyai teman yang sama-sama terobsesinya dengan detektif dan bersedia menjadi partner untuk menguntit.

##

Seingat saya sudah 3 orang teman yang pernah menjadi korban kami. Semuanya cewek, karena mereka adalah orang yang sedang kami taksir. Tujuannya sederhana, untuk tahu dimana rumah si korban. Kalau diingat lagi memang menggelikan kondisi kami saat itu : naik bus yang bukan ke arah jurusan rumah, berdiri berjauhan seakan tidak saling mengenal, memantau keadaan dari atas jembatan penyeberangan, lengkap dengan lollipop di mulut, menunggu si korban turun dari bus di tempat yang sudah kami perkirakan.

Jalan lengkap cerita lebih baik tidak usah diceritakan, karena kami selalu gagal hahaha. Satu hal yang tak terlupakan adalah ketika ditanya oleh si korban sehari setelah misi penguntitan yang gagal : “Kemarin mau kemana Re?”

##

Entah mengapa meskipun gagal, saya tetap senang telah melakukannya. Sensasi mendebarkan saat menunggu si korban turun dari entah bis yang mana, berjalan entah ke arah yang mana, dan ketidakjelasan lain yang menunggu di depan. Bahkan saya pernah menguntit partner saya sendiri setelah sebuah misi yang gagal hari itu, dan tentu saja saya ketahuan😀

Jadi, tindakan konyol masa kecil apa yang pernah Anda lakukan?