It’s hard to beat the system when we’re at distance

Statement yang tidak asing bagi anak ITB itu memang tidak menggambarkan sepenuhnya apa yang akan saya tulis, tapi sedikit menjelaskan betapa pentingnya turut berada dalam satu sistem.

##

Ada tanggung jawab yang besar dalam sebuah amanah. Bapak saya tahu benar soal itu. Bapak menulis mimpi, merajutnya siang malam, menjaganya tetap melayang. Sebenarnya mimpi kami berdua sama. Untuk memastikannya, bapak mengubah status mimpi itu menjadi sebuah amanah baginya. Isinya berbuyi : Anak bapak harus masuk ITB.

Waktu, uang, tenaga beliau korbankan. Saya ikut les ini itu, difasilitasi yang diperlukan, diberi info-info penting, update kondisi sering beliau tanyakan dari Jakarta sana, uang jajan ditambah sebagai penambah semangat, dan menegaskan “Bapak aja yang mikirin uang, kamu tinggal belajar, kalau perlu jual mobil buat biaya masuk”. Yang terakhir ini beneran keluar dari mulut beliau, saya hanya terdiam, gertakan yang membuat saya semakin fokus mengejar ITB🙂

Pengorbanan saya? Empat bulan itu menjadi yang paling melelahkan selama SMA. Saya les bahasa Inggris di dua tempat, les bimbel reguler, les bimbel khusus program ITB, belum lagi diskusi dengan teman-teman setelah pulang les. Seminggu menjelang ujian masuk terpaksa saya bolos sekolah beberapa hari, karena belajar tipe ujian ITB yang sedikit berbeda, malam-malam ke rumah teman untuk minta diajari, tidur saya korbankan.

Ibu lain lagi perannya. Beliau adalah ‘mata-mata’ bapak di rumah. Ibu sering mengecek apakah saya sedang belajar, menanyai apa yang sulit meskipun saya tahu beliau tidak bisa membantu juga🙂, mengingatkan untuk makan, memberi uang jajan lebih ketika saya mau pergi les, menyiapkan telur setengah matang setiap pagi, dan tempat keluh kesah di saat jenuh.

Belum cukup, kakak dan adik-adik saya juga berperan banyak. Mereka tahu keadaan saya, sehingga tidak pernah mengganggu belajar. Adik pertama memakai headset saat mendengar radio karena saya senang belajar dalam suasana sunyi, si adik kedua kadang membawakan roti tawar kukus ke kamar saat belajar. Karena sedang kuliah di luar kota, kakak hanya bisa membantu memberi info kepada saya apa saja ujian masuk yang dibuka, namun itu sangat-sangat membantu.

Akhir cerita ditutup dengan sms singkat saya ke bapak ibu saat pagi hari di kelas. Isinya mengabarkan saya yang lolos ujian masuk ITB, Alhamdulillah masuk FTTM. Berapa pihak yang berada dalam sistem yang sama di keadaan atas?

##

Saya hanya ingin mengatakan kalau betapa pentingnya berada dalam satu sistem bersama. Sekecil apapun peran sebuah elemen, pasti terasa benar oleh si eksekutor, asal itu, berada di dalam sistem bersama, berdiri berdampingan, duduk bersebelahan, bersama.

Sampai di titik ini, maaf saya agak sedikit kurang peduli dengan pesan masuk dari jarak jauh sana. Semangat yang ditulis disitu, tidak bisa didengar oleh tim disini. Lebih baik kata semangat itu diucapkan langsung, tangan itu diulurkan langsung, solusi cerdas itu dikatakan langsung, di depan kami. Terdengar keras memang, tapi itu yang kami butuhkan. Menyenangkan jika kita semua duduk bersama, menikmati lapangan kosong setelah pertandingan, mengenang kekacauan saat acara tadi dengan suka cita, untuk menyadari betapa melegakan jika semua tangan ikut turun membantu.

Hari ke-9 sejak pesawat besar ini lepas landas, oh iya pilot pesawat mengucapkan selamat ulang tahun yang kedua untuk TERRA 2008, semoga semangatnya tertular ke awak pesawat yang lain