Sudahkah ada pagi hari yang berbeda dalam hidup Anda?

Langkah awal untuk berubah adalah bermimpi. Berangkat dari sana, banyak yang bisa dilakukan, salah satunya adalah menulis. Tulisan adalah langkah awal, karena dengan itu ide dapat disebarluaskan. Bagi Anda yang pesimis dengan Indonesia, bacalah buku NASIONAL.IS.ME. Buku menjadi menarik karena menuliskan hal sederhana yang ternyata dapat mengingatkan pembacanya, setidaknya saya, jika masih ada alasan untuk mencintai Indonesia. Buku itu adalah tentang mimpi Pandji Pragiwaksono, buku itu tentang mimpi dari seorang anak muda untuk bangsanya.

Bicara soal tulisan, saya harus menyebutkan nama Dahlan Iskan disini. Dahlan Iskan mendadak populer berkat kisah hidup yang menarik dan keberhasilannya sebagai dirut PLN. Menarik karena transplantasi hati, dan dari itu dia memiliki filosofi yang juga menarik : ‘Saya harus bekerja keras sebagai wujud terima kasih telah diberikan kehidupan kedua’. Keberhasilan membangun PLN dalam tiga tahun telah membawanya menjadi Menteri BUMN. Sukses saja masih kurang menurut saya, karena harus ada yang ditularkan. Maka dari itu dia menulis. Dan itulah nilai lebih dari Dahlan Iskan. Dia telah menggunakan keahlian sebagai mantan wartawan untuk menularkan semangat melalui tulisan di blognya pada para pegawai PLN, dan sekarang semangat itu ditiupkan pada lingkup yang lebih luas, rakyat Indonesia.

Manusia tanpa mimpi hanya seonggok daging dengan sebuah nama, tulis Donny Dhirgantoro, dalam novelnya 5 cm. Keberanian dalam bermimpi membedakan satu orang dengan yang lainnya. Mimpi membuat seseorang ingin bangun sebagai orang yang baru pada esok hari.

Pagi ini, seorang yang baru telah lahir. Dia mendapatkan hal baru dalam wujud tanggung jawab untuk setahun ke depan. Amanahnya tidak main-main, ketua himpunan. Salah satu tujuan menjadi pemimpin bagi saya adalah agar merubah diri sendiri untuk menjadi lebih baik. Karena di dalam diri setiap orang, ada sebuah sosok pemimpin yang perlu diasah. Setelah raga, tugas dia selanjutnya tentu saja membangunkan ‘sosok’ yang baru itu.

Pagi ini, ada juga seorang baru yang bangun. Tapi caranya berbeda, dia menjadi orang yang baru dengan cara kehilangan. Kemarin sore, seorang teman, ayahnya meninggal. Saya hanya bisa menulis ungkapan usang, Tuhan memberi apa yang kita butuhkan. Entah hal baru apa yang akan terjadi di balik kebutuhan itu. Mungkin setelah ini teman saya akan lebih mendekatkan diri pada-Nya, mungkin keluarga yang ditinggalkan akan memiliki mental yang lebih kuat, saya tidak tahu. Semoga amal beliau diterima di sisi-Nya.. amin..

Sebuah pagi yang dingin seperti pagi-pagi sebelumnya, ternyata berbeda bagi dua orang teman saya di atas. Singkat saja, selamat untuk Adios telah terpilih sebagai ketua HIMA-TG TERRA ITB periode 2012/2013, semoga himpunan kita menjadi semakin baik ke depannya. Dan turut berbelasungkawa kepada Osa, semoga keluarga diberi kekuatan menghadapinya, tetep semangat ya Sa..