Travelling bukan sekedar pergi-belanja-pulang. Itu juga bukan hanya berfoto dan berharap memori terabadikan di situs jejaring sosial. Apalagi soal uang, travelling bukanlah alasan menghabiskan sisa uang setelah kebutuhan tersier sudah tercukupi. Ini adalah kebutuhan. Bagi saya, travelling adalah soal pencarian, pencarian terhadap hal baru.

Bagi Anda yang juga pernah membabat tiga buku The Naked Traveler, mungkin tahu apa yang saya maksud. Penulis yang lebih nyaman menggunakan nama samaran Trinity itu, menjelaskan dengan gamblang bagaimana arti backpacker. Menginap di hotel murah, tidak berbelanja, makan seadanya, tidak ikut tur wisata, pergi ke tempat-tempat yang jarang dikunjungi wisatawan, dan ini yang menarik, tujuan dia mencari uang adalah untuk travelling! Ini menjawab statement pembuka saya di atas, dimana travelling bisa dijadikan sebagai kebutuhan primer.

Trinity tidak sama dengan Agustinus Wibowo, backpacker yang mengkhususkan mendalami masyarakat ‘negara berakhiran Stan’, diabadikan dengan bahasa yang begitu indah pada dua novelnya, Selimut Debu dan Garis Batas. Jangkauan wilayah Trinity adalah peta dunia. Dia bisa berada di Palau untuk melihat hiu, atau didatangi petugas keamanan di rumah makan saat merokok Edinburgh karena dikira ngeganja, atau sedang tidur menikmati keheningan di villa keluarganya di Sukabumi.

Trinity juga tidak sama dengan Agustinus Wibowo yang menguasai bahasa-bahasa Timur Tengah, mulai dari Pashto, Farsi, hingga Urdu. Trinity hanya bermodalkan bahasa Inggris. Dia tidak takut untuk lost in translation, seperti diusili penjual makanan di Andorra karena tidak bisa bahasa Catalan, atau menghadapi ucapan penduduk Filipina yang sering tertukar antara hurup ‘p’ dan ‘f’ (dan saya pun tidak yakin apakah menuliskan nama negara mereka dengan benar), atau berbahasa Tarzan dengan ojek di Bangkok.

Saya sangat merekomendasikan The Naked Traveler untuk Anda baca. Di dalamnya ada kejutan, keindahan, dan kepolosan yang membuat Anda tergerak untuk mengatakan “it’s ok” untuk travelling. Dan saya yakin Anda mendadak merasa tidak nyaman jika hanya berdiam diri membayangkan besok Senin akan duduk lagi di kursi kerja yang sama🙂 . Go travel!

Lebih dalam lagi, travelling adalah pencarian ketenangan. Jangan kaget jika melihat seseorang hanya duduk melihat ombak atau berjalan sendirian menyusuri garis pantai tanpa alas kaki. Karena dia sedang melakukan travelling.