Yang pertama terlintas di benak saya adalah nama anjing di komik Detective Conan, yaitu Lupin. Lupin identik dengan Kid si pencuri, dua tokoh ini kerap bertemu dengan benang merah pemilik si anjing yang terobsesi menangkap Kid, yaitu Jirokichi Suzuki. Lupin diambil dari nama tokoh pencuri asal Prancis rekaan Maurice Leblanc, bernama lengkap Arsene Lupin. Aoyama Gosho memang kerap mengambil nama tokoh dunia detektif dalam komiknya, seperti Poirot, Watson, ataupun Conan itu sendiri yang merupakan nama penulis novel Sherlock Holmes yang melegenda itu. Alasan sesederhana itu yang menggerakkan tangan saya untuk menebus novel ini dari rak buku.

gambar : goodreads.com

Novel mengambil setting di Paris, tahun 1905. Bercerita tentang aksi Lupin yang mencuri barang-barang berharga, kebanyakan barang seni, yang uniknya si calon korban dikirimi surat pemberitahuan terlebih dahulu perihal dimana dan jam berapa barang akan dicuri. Novel juga menggambarkan betapa tingginya penghargaan masyarakat Paris (saat itu) terhadap seni, makanan, anggur, pakaian, tutur kata, termasuk dalam memanggil orang lain yang dihormati. Lupin dikisahkan hanya mencuri dari orang-orang kaya dan selalu baik kepada orang miskin, mirip tokoh Robin Hood.

Diceritakan dengan alur lambat, bahasa yang memutar-mutar, dan sayangnya, jalan cerita tidak mengagetkan. Kepintaran Lupin kerap dibandingkan dengan Sherlock Holmes, meski menurut saya hal itu sangat terbuka untuk diperdebatkan. Memang Lupin diceritakan pandai menyamar seperti si detektif Inggris, tapi saya tidak melihat kemampuan analisa deduksi khas Holmes di novel ini, karena sudut pandang penceritaan justru dari Lupin itu sendiri!

Bagi yang ingin melihat preview sekaligus rating Arsene Lupin di Goodreads silakan klik disini. Sedikit informasi, tokoh ini sudah banyak diadopsi dalam bentuk games, film, komik, dan drama. Bukan alasan buruk bagi Anda yang terlanjur merasa harus membaca. Saya sendiri memberikan nilai 3 skala 5. Kenapa 3? Kenapa tidak 1 saja sekalian?

Ya, tidak lebih dari karena saya terlanjur jatuh cinta dengan dunia detektif. Tidak lebih dari itu, tidak lebih dari sesederhana itu.