Memaknai bertambahnya usia bagi benda mati tentu berbeda dengan makhluk bernapas. Manusia misal, memiliki jatah umur dalam takdirnya. Ulang tahun selayaknya tidak dirayakan meriah, karena ada unsur ‘semakin dekat ke akhir’ disana. Maka dari itu, Anda berhak saja menggugat lirik ‘panjang umurnya’ dari lagu yang sering dinyanyikan di depan kue tart itu. Karena tepat ketika si pemilik meniup barisan lilin di atasnya, saat itu pula umurnya resmi berkurang, usianya yang bertambah, ironis.

Benda mati tentu tidak memiliki tanggal wafat. Tidak jelas juga mana yang lebih tepat disandangnya, usia atau umur. Ulang tahun lebih tepat dirayakan bahagia oleh benda mati. Seperti blog ini.

Sebenarnya sah-sah saja kalau Anda bingung. Bagaimana bisa blog dikatakan benda mati sedangkan ide yang hidup di dalamnya ditiupkan oleh seorang manusia. Blog juga bisa tutup usia mengikuti si empunya, bahkan bisa lebih cepat jika dia terlanjur malas untuk menulis. Jadi saya tuliskan saja hal yang bisa dirayakan oleh benda mati, hidup, atau gabungan keduanya, yaitu: Apa yang sudah dia berikan? Sudah berhasilkah dia menunaikan janji?

Kita harus bicara dua hal, yaitu kualitas dan kuantitas.

Dari kualitas, saya tidak banyak mencoba materi baru. Tulisan saya tidak jauh dari sepakbola, buku, majalah, TERRA, dan beberapa kritik. Hanya dari materi itu sedikit dipertajam dengan pandangan pribadi. Saya tidak terbiasa menulis dari literatur, bahkan cenderung mengecamnya. Beberapa kali saya baca tulisan orang yang mengkritik tentang pendidikan di Papua, atau tentang kecuekan terhadap orangutan, atau, nah ini yang sangat sangat saya hindari, tentang menyalahkan pemerintah karena berbagai macam hal.

Pertama, saya merasa tidak berhak untuk menghakimi sesuatu yang informasinya murni dari apa yang saya baca. Kedua, saya tidak senang membaca kritik yang di ujungnya mengecam pemerintah. Ya Tuhan, tidak gampang mengurus negara. Saya mual saat membaca blog-blog orang tentang kenaikan harga BBM, pendidikan, apapun yang tidak memberi solusi. Gelap tidak akan menjadi terang kalau ditanggapi dengan gerutuan.

Baiklah, ini sangat terbuka untuk diperdebatkan. Tapi ya sudahlah, kalau Anda berhak mengecam pemerintah, saya juga berhak mengecam Anda dong hehe😀

Dari sisi kuantitas, setahun terakhir saya telah menulis 65 tulisan, dengan views sebanyak 13 ribuan. Bukan jumlah yang banyak memang karena saya tidak memaksa untuk menulis sesuatu yang tidak harus ditulis #excuse. Target 8 tulisan per bulan sepertinya akan senasib dengan target lain seperti lari pagi di Saraga atau rajin shalat tahajud. Hehehe

Well, penilaian sesungguhnya berasal dari Anda sekalian yang pernah berkunjung ke blog ini. Saya hanya bisa berkata, meniru ucapan Karni Ilyas, semoga apa yang saya lakukan bisa menginspirasi orang lain.

Di tulisan yang ke-189 ini, saya mengucapkan selamat ulang tahun yang kedua untuk blog ini. Semoga tetap lancar terus ide untuk menulis. Untuk kado, saya sudah membuat social media lain untuk menemani facebook, tumblr, instagram, kompasiana, dan khususnya wordpress ini. Silakan bagi yang mau follow twitter saya hahaha