Tentu saya setuju dengan sikap yang diambil John Terry. Di saat FA, lembaga yang seharusnya berada di belakang pemain, dan Terry salah satunya, membuka kembali investigasi kasusnya, padahal sebenarnya di pengadilan sudah ditutup, wajar saja jika dia berang. Kasus yang dimaksud sebenarnya bukan barang baru di sepakbola Inggris, yaitu pelecehan rasial. FA mungkin saja saat itu berada di belakang pemain ‘lain’, karena si korban adalah Anton Ferdinand, yang juga merupakan warga negara Inggris. Seperti yang kita ketahui, akhirnya FA mengambil vonis lain daripada pengadilan, yaitu menyatakan Terry bersalah, dan menghukumnya sebanyak empat laga.

Seperti yang kita ketahui juga, Terry akhirnya memilih mundur dari timnas. Bukan kali ini saja FA mengecewakannya, belum lepas dari ingatan saat ban kaptennya dicopot saat Piala Eropa kemarin akibat hal yang jelas-jelas tidak ada sangkut pautnya dengan sepakbola, yaitu perselingkuhan. Kasus itu juga mengecewakan orang penting lain, yaitu pelatih Fabio Capello yang memilih mundur lantaran kuasanya dilangkahi. Mundur memang bisa diperdebatkan, namun kecewa tidak bisa disangkal. Apalagi merasa tidak didukung komunitas.

Beruntung saat itu saya tidak merasa tidak didukung.

Saat saya meminta waktu berpikir untuk menerima amanah sebagai ketua GFL, saat itulah terasa benar support kawan-kawan 2008. Ada yang langsung datang menemui untuk memberi dukungan dan gambaran lapangan, ada yang bermimpi untuk masuk ke ring satu, ada yang berjanji untuk tidak kuliah lapangan di Januari, banyak yang tidak menolak saat disodori tanggung jawab. Ada juga yang tidak gamblang mendukung dan memilih memberi filosofi, yang tanpa sadar lama-kelamaan justru itulah yang ingin saya dengar.

Selang beberapa hari kemudian banyak jabat tangan yang diberikan, entah itu memberi selamat, mendoakan kesuksuksesan GFL, atau ikrar untuk membantu secara profesional. Adalah sebuah kehormatan menerima tanggung jawab di saat banyak yang mendukung.

Malam ini, saya berada pada posisi yang luar biasa untuk membalas jabatan tangan mereka. Besok pagi ada beberapa orang TERRA 2008 yang resmi melepaskan diri untuk mengabdi pada masyarakat. Dan jabat tangan malam nanti akan berarti jamak, terimakasih atas bantuannya, selamat menabrakkan idealisme dengan realita, dan sukses berkarya kawan-kawan!