Apalagi sih yang terpikir saat melihat cover dengan warna kuning menyala, gambar utuh si penulis, dengan embel-embel ‘Curahan Hati Penulis Galau’, selain Kicau Kacau hanya menjual nama Indra Herlambang? Kalau sebelumnya saya nyaman dengan filosofi judge a book by its author, kali ini saya dibuat sadar ternyata seorang entertainer bisa ‘ga gitu-gitu amat’ soal tulis menulis. Baru beberapa hari yang lalu saya menamatkan Kicau Kacau, dan terasa sekali Indra memberi pukulan telak, dua kali paling tidak. Apa pasal?

gambar : goodreads.com

Pukulan pertama, akhirnya saya paham, tipe tulisan seperti apa yang seharusnya ditulis oleh seorang blogger. Tidak lain adalah pengalaman pribadi, yang bisa diambil pelajarannya, ya seperti buku ini. Gamblang sekali si penulis bercuap-cuap soal kehidupan pribadinya, namun it’s ok kalau memang ada materi berbobot yang ingin disampaikan. Oh iya, Kicau Kacau adalah kumpulan tulisan Indra yang tersebar di berbagai media, di buku ini dibagi menjadi empat topik besar, yaitu gaya hidup, keluarga, Indonesia, dan status. Saya sangat berusaha menghindari menulis hanya berdasar literatur, namun ya kebobolan juga kadang hehe (it’s freak if I’ve to go to Old Trafford for posting about Manchester United).

Kedua, seperti yang sudah saya ulas sekilas di atas, yaitu soal kemampuan kelompok ‘orang-orangan TV’ dalam hal tulis menulis. Jujur, saya malas membeli buku pada penulis yang belum saya percayai, terlebih lagi dari kelompok di atas. Faktanya sekarang banyak sekali artis yang menulis buku, dimana saya semakin tegas menjaga jarak. Memang sih dua buku Pandji Pragiwaksono itu bagus-bagus, namun kan Pandji punya blog pribadi, yang jarang dimiliki entertainer lain. Semoga Kicau Kacau bisa menjawab keraguan saya itu.

Pukulan kedua itu membuat saya membuka mata terhadap ekspansi lain dari mereka, yaitu munculnya nama-nama artis di badan pemerintahan, kali ini dalam pemilihan gubernur Jawa Barat tahun depan. Saya hanya tersenyum membaca pernyataan salah satu partai besar, yang mengatakan untuk memenangkan Pilkada Jabar memang diusahakan dari kalangan populer, bahasa halus dari artis, dan memang itu sudah terbukti saat survey. Senyum yang lebih lebar saya sunggingkan saat membaca ada seorang penyanyi senior yang akan dicalonkan menjadi calon presiden pada 2014 nanti.

Sudahlah, sebelum makin banyak berita yang membuat saya tertawa, lebih baik disudahi saja tulisan ini. Seperti yang sudah dilakukan Indra Herlambang, semoga saja ada hal sederhana yang bisa membuat saya berubah pikiran tentang hal ini, para calon-calon pemimpin itu menulis misal. Kenapa tulisan? Karena dari sana, seseorang sangat mudah untuk ditelanjangi.