Ya ga tau mana-mana to Nak…

Kurang lebih itulah respon ibu setelah membaca pesan singkat saya: Jalan-jalan di pantai aja hehe. Mungkin ibu belum tahu kalau saya tidak menyenangi tour travel, saya bahkan tidak membuat rencana perjalanan. Ternyata menyenangkan sekali masuk ke toko berdasar naluri singkat. Setelah dipikir-pikir, kadang saya lebih nyaman dengan keadaan unplanned. Masak iya saya mau minta sopir tour berhenti gara-gara mau foto handkerchief unik di etalase?

Logika yang terbalik sepertinya sedang terjadi di social media akhir-akhir ini. Ada yang belum berkomentar apa-apa soal Palestina-Israel? Kita berada di area yang sama kalau jawaban Anda adalah ‘belum’. Anda juga tidak ingin ikut ‘sopir tour’ berarti, di dunia maya kali ini. Anda juga merasa baik-baik saja kalau menahan diri. Sopir dunia maya itu, yang sewaktu-waktu bisa menyeret untuk ikut nimbrung, setelahnya bisa saja membuat kita melakukan keteledoran.

Maksudnya? Coba lihat berapa hari sih si penumpang-penumpang tour masih berkomentar? Setelah komentar ada yang dilakukan? Atau setelah itu kembali lagi nyaman memesan junkfood di restoran berpendingin ruangan? Nah ini yang teledor, berkomentar untuk hal yang jauh memaksa si penumpang sulit melakukan aksi nyata. Atau memang ini fungsi social media ya? Menyuarakan suara mayoritas untuk dianggap update? Waduh saya juga kejebak dong barusan ngetweet soal pemecatan Di Matteo soalnya hehehe

Saya tidak mengatakan berdiam diri lebih benar. Sudah memberi ke pengemis di depan gang rumah? Mungkin tetangga sebelah ada yang ikut demo buruh tempo hari, sudah memberikan semangat? Sudah berbuat apa di banjir Bandung? Anak kecil yang sedang mengamen sambil membawa tas sekolah lusuh masih diusir, bahkan tidak dengan senyuman? Sekali lagi, saya tidak mengatakan berdiam diri itu benar, namun bertindak tidak untuk yang lebih dekat tidak bisa dikatakan tepat, maaf bukan bertindak, penumpang tour itu hanya bersuara lebih tepatnya.

Israel-Palestina memang besar, media membuatnya menjadi jauh lebih besar. Apa lagi yang pantas dibuat besar? Masalah daging sapi impor, kunjungan DPR ke Jerman, timnas sepakbola Indonesia yang menjemukan, kita bisa melakukannya untuk Indonesia. Saya membayangkan pengguna social media seperti seorang traveler yang memilih lost travel. Silakan merasakan sendiri dengan berjalan kaki di tempat asing.

Sayang sekali bulan sedang tidak bulat sempurna.