Mengenang tahun ini rasanya lebih mudah jika disortir menurut buku yang dibaca. Bukannya apa-apa, total tahun ini saya sudah membaca 30an buku, terbanyak sepanjang karier Goodreads saya hehe

The Naked Traveler

Rasanya The Naked Traveler sudah tidak perlu saya jelaskan lagi. Justru harus ada penjelasan jika ada yang mempertanyakan kalimat pertama saya. Menurut saya TNT termasuk buku Indonesia sepanjang masa, dimana semakin kesini istilah backpacker semakin populer.

Buku edisi pertama sampai ketiga saya habiskan di bulan Januari. Kisah gila Trinity lah yang menemani saya melawan kejenuhan di kursi kayu Saraga, meramaikan malam letih di kamar kos, mewarnai dini hari setelah semalaman menggergaji bambu maskot, sekaligus menunjukkan memang ada ‘pelarian’ di ujung sana. Kisah di buku ini yang seperti kumpulan-cerpen-tidak-berhubungan memudahkan saya saat itu, ketika terlalu banyak yang harus dipikirkan. Melihat tumpukan TNT di toko buku mengingatkan saya pada dua kata: GFL 2012.

Note: TNT edisi ke-4 sudah saya baca di bulan November. Buku ini tidak meninggalkan kesan mendalam seperti sebelumnya.

Supernova

Sama seperti TNT, Supernova tidak perlu diterangkan lagi. Mungkin ada pertanyaan lain yang lebih tepat, seperti: Kenapa baru membaca sekarang?

Adalah Partikel, sebab saya merasa harus membaca kisah sebelumnya. Banyak yang mengatakan antar seri Supernova tidak berhubungan, tapi Filosofi Kopi memberi tahu bahwa Dee akan menjadi puzzle jika tidak dirunut dari awal. Maka dimulailah kisah itu. Rentetan senyum puas pada halaman-halaman KPBJ, menjadi kebingungan saat menamatkan Akar, dilanjutkan dengan kerutan wajah kecewa ketika menyelesaikan Petir, lalu kembali dengan kepuasan tinggi setelah menutup halaman terakhir Partikel.

Berbarengan, ketika dimulai juga kisah lain. Saya mendapat panggilan TA, mencari kosan sambil menahan gerah panas di Cirebon, berjibaku dengan teori seismik inversi, yang diganti dengan semena-mena tiga bulan kemudian, sampai bolak-balik ke Bandung hanya untuk mencari mood. Kerja keras itu mungkin sama dengan kerasnya usaha saya untuk mengerti kata-kata bersayap bikinan Dee. Empat seri Supernova, ditambah dengan Perahu Kertas, mengisi Mei-September saya tahun ini.

Tere Liye

Sebenarnya ada beberapa novel lain, tapi rasanya untuk tiga bulan terakhir tahun ini, nama di atas yang harus ditulis. Ada belasan buku Tere Liye, entah setiap di toko buku tidak ada niat sedikit pun untuk sekedar menimangnya. Menurut saya saja mungkin, penulis yang terlalu banyak menelurkan buku dalam waktu singkat tidak terasa ke-eksklusif-annya. Ditambah dengan beberapa cover novel beliau yang menurut saya ‘its not your best’.

Palasari, dimana saya dengan enteng membeli novel Tere Liye, tak apalah coba-coba toh bajakan murah, ups. Benar saja, Hafalan Shalat Delisa tidak memenuhi ekspektasi saya. Tapi ada yang tertinggal. Setiap penulis punya signature, dan Tere Liye memberi warna baru referensi bacaan saya. Bahasa sederhana, bermoral namun tidak agamis, dan kuat dengan hubungan keluarga.

Dunia mendadak kacau setelah saya membaca Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Ide menarik, bahasa indah, tawa dan sedih muncul bergantian. Setelahnya, bulan belum pernah terlihat seindah itu. Hilang sudah keraguan, 11 buku Tere Liye yang lain harus ditamatkan, selain Bidadari-Bidadari Surga yang juga sudah saya baca.

Selain bulan, ternyata ada hal lain yang menjadi lebih indah, yaitu pertemanan. Oktober bukanlah milik saya. Keadaan itu tidak bisa dihadapi sendirian. Saya bersyukur diberikan teman-teman yang selalu hadir. Mereka banyak membantu saya melewati bulan-bulan terakhir ini dengan tegap. Oktober-Desember adalah tentang semangat. Apalah jadinya saya tanpa kalian🙂

##

Tahun 2012 banyak memberi warna segar. Bagaimana pun juga, tahun 2012 juga kerap memaksa saya melakukan keahlian tersembunyi: mengecewakan diri sendiri. Banyak kekecewaan, banyak mimpi yang terlupakan. Ingin rasanya merangkum tahun ini menjadi bola kecil, berdiri kokoh di pinggir pantai, melemparnya sekuat tenaga, hilang dari pandangan, dimakan horizon. Belum cukup, kali ini berlari menerjang ombak, berteriak sekencang gemuruhnya, menantang langit:

BERIKAN SAYA 2013!!