Saya tidak sebanyak itu menonton film, terlebih lagi dari Korea. Jadi, jika ternyata ada film Korea yang saja jadikan bahan menulis, tentulah istimewa cerita itu, atau mungkin saya sedang kehabisan materi. Film itu berjudul Hello Ghost. Film drama-humor berlalur lambat yang tiba-tiba menohok dengan keras saat menuju ending.

Sebelumnya, saya tuliskan dulu peringatan ini, satu paragraf yang akan saya tulis selanjutnya mengandung spoiler. Jadi, langsung scroll turun saja jika Anda belum menonton film indah ini hehe.

Hello Ghost berkisah tentang seorang pemuda sebatang kara, Sang-man, yang sudah sering mencoba bunuh diri, dan selalu gagal. Setelah usahanya yang kesekian, yang kembali gagal, tiba-tiba ada empat hantu yang terus mengikutinya. Setelah ditelisik, mereka berjanji akan meninggalkan Sang-man asalkan dia melakukan satu permintaan yang masing-masing mereka pinta. Singkat cerita, setelah semua permintaan selesai dipenuhi, sampai suatu titik akhirnya dia sadar bahwa mereka berempat adalah anggota keluarganya yang sudah mati, yang meninggalkannya saat masih kecil. Mereka semua dikisahkan tewas akibat kecelakaan mobil, dan Sang-man adalah satu-satunya penumpang yang selamat. Permintaan keempat hantu itu sebenarnya adalah janji masing-masing dari mereka, yang belum terlaksana, untuk Sang-man.

Mungkin sekarang saya juga harus seperti Sang-man, perlu stimulus untuk mengingat masa lalu. Namun kali ini untuk mendapatkan ide menulis. Harus diakui, otak saya sedang buntu, bahasa asiknya: writer’s block. Saya tidak percaya ini karena pengaruh waktu, dimana ini baru sudah masuk tahun ketiga saya menulis di blog. Saya lebih percaya pada inspirasi. Biasanya, ketika sedang buntu, saya akan mengunjungi tempat baru atau membaca buku dari penulis yang belum pernah saya baca sebelumnya. Inspirasi ditunggu untuk ditemukan, semua tahu itu. Nah, kemana saya harus mencarinya ketika rute hidup hanya di dalam camp di kota kecil yang terpencil?

Di saat ulang tahun blog ini saya malah mengeluhkan hambatan, bukannya bersyukur pada keadaan. Ironis. Rasanya sedang ada tembok besar antara saya dengan dunia. Di tembok itu ada jendela kecil, tapi tinggi, tangganya memakai wifi yang mudah patah. Biarlah, mungkin Tuhan sedang ingin bercanda. Atau Dia ingin agar saya belajar mencari inspirasi yang berlapis, yaitu dari obrolan dan bantahan ide. Atau benar, seperti Sang-man, Dia memang ingin agar saya belajar mencari inspirasi yang lebih berlapis, yaitu menggali masa lalu.

Meminjam pendapat Aan Mansyur dalam Kukila. Masa lalu tidak pernah hilang. Ia ada tapi tidak tahu jalan pulang, untuk itu ia menitipkan surat, kadang kepada sesuatu yang tidak kita duga. Kita menyebutnya kenangan.

Masalah yang tertinggal hanyalah: Bagaimana cara untuk memanggil masa lalu untuk kembali mampir dalam pikiran, yang akan terendapkan sebentar untuk menjadi ide?

Jawabannya akan menjadi kado untuk saya di anniversary ini.

Bagaimanapun juga, ulang tahun tidak akan lengkap tanpa ucapan formal. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih banyak bagi yang sudah mengikuti blog saya sampai pada titik ini. Semoga apa yang saya tulis bisa menghibur, dan menginspirasi. Well, karena itulah fungsi tulisan, inspirasi di dalamnya akan ditulis ulang, interpretasi subjektif terhadapnya kembali menghasilkan inspirasi lain, yang akan menjadi tulisan lain, dan terus seperti itu.

Tidak lupa, tetaplah rajin membaca apapun itu baik koran atau novel, karena betapa beruntungnya Anda yang berada di tempat yang mudah untuk mendapatkan akses informasi.