Besok saya pergi dari Bandung. Entah kapan akan kembali. Ini bukan entah yang dibuat-buat, namun memang tidak tahu. Mungkin tahun depan, mungkin.

Saya jadi ingat kembali rasanya patah hati. Terlanjur jatuh cinta namun harus meninggalkan. Bersusah mengapung ke permukaan padahal telah dalam tenggelam. Saya pernah patah hati, namun ini goresan retak yang berbeda. Kota ini kerap membalas harapan saya, meski ia tidak lekas berlabuh. Bukan tidak ingin diikat, namun harus menjaga perasaan hati lain. Dedaunan taman Bandung akan berguguran jika warganya terluka.

Enam tahun bukan waktu yang sebentar. Datang, bertahan, himpunan, wisuda, kerja, kembali, bertahan lagi, beasiswa, dan dia. Biarkan saya terseret pada melankoli. Sepertinya alunan Tulus akan cocok menemani, diselingi buaian Payung Teduh yang mendayu.

Ini adalah malam terakhir saya di Bandung. Saya ingin terus menulis sampai matahari mengetuk jendela. Seperti yang biasa saya lakukan, dulu, saat malam dan hujan membanjiri inspirasi. Saya akan rindu dingin ini. Dingin yang memaksa saya menonton TV berselimut kaki dan membelah gelap untuk mencari Indomie perusak badan.

Saya bukan pecinta kopi. Tapi malam Bandung bukanlah malam tanpa pahit kopi cafe-nya. Obrolan berkeliling, canda berpusing, tawa berhambur, pundak ditepuk, jemari terpagut. Makan malam akan menyala bagi komunal. Tapi, di hadapan dua-tiga cangkir kopi, malam berubah sendu. Bertukar doa, berpinjam mimpi, saling mengisi diksi dalam tulisan.

Semalam saya makan bersama empat orang kawan. Semuanya wanita. Fakta ini tidak mempengaruhi keadaan, namun tetap ingin saya tulis dan banggakan. Satu orang terus berkutat dengan ponsel, mungkin karena lemon tea yang kurang manis, tapi saya tidak peduli. Dua wanita lain berucap sesuatu,

“Aku tidak ingin tinggal selain di Bandung”, katanya.

Lalu senyum saya terpaku.

Apakah semua orang memang berpikir seperti itu?

Besok saya pulang, pergi dari Bandung. Atas nama perpisahan, beberapa membenci pertemuan. Untuk itulah, entah kapan, saya akan kembali. Agar tidak ada kata perpisahan. Saya akan kembali.

Pasti.